Lonjakan Produksi Susu Boyolali yang Membutuhkan Serapan Pasar
Kabupaten Boyolali saat ini sedang mengalami momentum kebangkitan sebagai lumbung susu segar Nasional. Berdasarkan rilis data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi susu sapi segar di Boyolali melonjak tajam sebesar 13,1%, dari 37.804.724,70 liter pada tahun 2023, naik menjadi 42.759.750,00 liter pada tahun 2024. Tren panen susu yang luar biasa dari para peternak rakyat ini harus segera diimbangi dengan kepastian serapan pasar yang masif. Tanpa adanya jaminan penyerapan, peternak berisiko menghadapi kelebihan pasokan (oversupply) yang dapat membuat harga susu di tingkat peternak anjlok.
Sentra Produksi Utama sebagai Tulang Punggung
Lonjakan produksi ini ditopang secara masif oleh tiga kecamatan penyumbang terbesar :
- Kecamatan Musuk : 10.689.937 liter
- Kecamatan Mojosongo : 12.827.925 liter
- Kecamatan Cepogo : 8.551.950 liter
Hadirnya Program MBG dari BGN merupakan jawaban paling strategis atas situasi ini. Dengan mewajibkan penggunaan susu segar lokal di SPPG, BGN secara langsung bertindak sebagai “Penyelamat dan Penyerap” hasil keringat peternak Boyolali yang sedang melimpah.


